Yuk, Lihat Hujan Meteor Perseid dan Delta Aquarid!

Selasa, 23 Juli 2013 15:23 WIB   Universitas Muhammadiyah Malang

Berita UMM
ilustrasi

Jakarta - Hujan meteor Perseid telah menghiasi langit sejak 17 Juli. Puncaknya bisa disaksikan pada 12 Agustus. Fenomena alam ini bisa dilihat dengan mata telanjang.

"Hujan meteor Perseid 17 Juli-24 Agustus. Puncaknya 12 Agustus. Turunnya mulai dari tengah malam sampai subuh," ujar Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Selasa (23/7/2013).

Menurut Thomas, hujan meteor bisa dilihat di langit utara dan secara umum dapat dilihat di seluruh Indonesia. Namun, syaratnya hujan meteor tidak terhalang bangunan, pohon dan jauh dari polusi cahaya. Jika dari tengah kota yang banyak lampu akan sulit melihatnya. Cuaca juga harus cerah.

Bahkan untuk melihat hujan meteor Perseid tidak disarankan dengan teleskop. Disarankan dengan mata telanjang dan mikroskop binokuler yang medan pandangnya luas.

Hujan meteor Perseid itu terjadi saat Bumi berpapasan dengan gugusan debu-debu sisa komet. Sehingga debu-debu tersebut masuk ke atmosfer dan terbakar lalu menampakkan sebagai hujan (meteor).

Thomas menambahkan, pada 12 Agustus akan jatuh 80 meteor per jam. Meteor akan jatuh setiap 3 menit.

Selain hujan meteor Perseid, ada juga hujan meteor Delta Aquarid. Fenomena ini dapat dilihat pada 12 Juli-19 Agustus. Puncaknya dapat dilihat 28 Juli.

"Satu jamnya sekitar 20 meteor, kira-kira setiap 3 menit 1 meteor. Hujan meteor ini tidak akan berdampak apa-apa," kata Thomas.

Delta Aquarid bisa dilihat dari arah tenggara sampai selatan. Masyarakat dapat melihat mulai pukul 21.00 WIB hingga subuh waktu setempat.

"Semua wilayah di Indonesia bisa terlihat. Di dunia juga bisa terlihat di belahan selatan," tutur Thomas.

Shared: