Food Fact: Air Kelapa Hijau sebagai Penawar Racun dalam Tubuh

Jum'at, 29 Maret 2019 13:11 WIB

Air Kelapa Hijau sebagai Penawar Racun dalam Tubuh

Air kelapa hijau sering digunakan sebagai obat dan penawar racun dalam tubuh. Menurut Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, Departemen Perindustrian (1986) air kelapa hijau merupakan cairan kaya gizi, dan salah satu zat gizinya adalah kalium yaitu 3120 mg/L dan natrium adalah 1050 mg/L (Rendengan, 2009). Kalium merupakan ion bermuatan positif, terutama terdapat di dalam sel dan sebanyak 95% kalium berada di dalam cairan intraseluler. Kalium berperan dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam basa. Kebutuhan kalium minimum ditaksir sebanyak 2000 mg/hari. Peranan natrium mirip dengan kalium, natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraselular. Taksiran kebutuhan natrium sehari adalah 500 mg/hari. Kalium juga berperan penting dalam penyampaian impul simpuls saraf ke serat-serat otot dan juga dalam kemampuan otot untuk berkontraksi (Almatsier, 2001).

Air kelapa hijau juga memiliki kandungan enzim bioaktif, khususnya tanin yang merupakan zat anti racun. Hal ini membuat air kelapa hijau memiliki kemampuan menguraikan dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Air kelapa hijau (Cocos nucifera Linn Var. viridis) mengandung tannin atau antidotum (anti racun) lebih banyak dibandingkan jenis kelapa lainnya. Tanin bersifat antibakteri yang akan menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan kata lain, air kelapa hijau (Cocos nucifera Linn Var. viridis) dapat mencegah dan mengobati keracunan 46 makanan yang disebabkan oleh bakteri, bisul, sakit gigi dan karies gigi, kolera serta infeksi kulit. Pada umumnya, air kelapa mengandung asam askorbat, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, atau potassium. Kandungan mineral pada air kelapa antara lain zat besi, fosfor, dan gula yang terdiri atas glukosa, sukrosa dan fruktosa (Hieronymus, 1998).

 

Sumber:

Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Benedikta, Familia Santcawarti, Onny Setiani, Yusniar Hanani. 2016. GANGGUAN KESEIMBANGAN SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN AIR KELAPA HIJAU (Cocos nucifera L) PADA PEKERJA PENGECATAN YANG TERPAPAR TIMBAL (Pb) DI INDUSTRI KAROSERI SEMARANG. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 4(3): 702-710.

Hieronymus, Budi Santoso. 1998. “Toga-2 Tanaman Obat Keluarga”. Yogyakarta: Kanisius.

Kurniah, 2012. UJI DAYA HAMBAT AIR KELAPA HIJAU ( COCOS NUCIFERA LINN VARIETAS. VIRIDIS) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN. Makassar: UIN Alauddin Makassar.

Rendengan, B. 2009. Mutu Kelapa Muda Dari Beberapa Varietas Kelapa. Manado: Balai Penelitian Kelapa dan Palma.

Shared: