Food Fact: Brokoli

Sabtu, 13 April 2019 16:40 WIB

Brokoli

Brokoli (Brassica oleracea var. Italica) merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia sekitar 1970-an. Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.

 

Jenis-Jenis Brokoli

Sayuran brokoli dibagi menjadi 4 jenis antara lain :

  1. Brokoli Italia Hijau. Brokoli ini biasanya banyak dijumpai di pasar dan berwarna hijau tua.
  2. Brokoli Romanesco Fractal. Brokoli ini berwarna hijau muda dan bentuk setiap sulir mewakili logaritma spiral sebagai satu kembang utuh. Jadi, keseluruhan brokoli adalah spiral besar yang terbentuk dari spiral-spiral kecil yang berbentuk sama.
  3. Brokoli Kuning. Brokoli ini sangat mirip dengan kembang kol namun kembangnya berwarna kuning.
  4. Brokoli Ungu. Brokoli ini berwarna ungu dan memiliki daun seperti kembang kol namun lebih kecil. Brokoli jenis ini biasanya dijual di Spanyol, Italia dan Inggris.

 

Kandungan Gizi Brokoli :

Brokoli kaya akan nutisi. Kandungan gizi brokoli diantaranya adalah karbohidrat, protein, kalium, serat, folat, fosfor, magnesium, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin C, vitamin E, vitamin K, kalsium, karoten, lutein dan rendah sodium. Penelitian di Amerika juga menemukan bahwa sayur brokoli juga mengandung serat pektin tertentu yaitu kalsium pektat yang mampu mengikat asam empedu, akibatnya lebih banyak kolesterol yang tertahan dihati dan sedikit kolesterol yang dilepaskan ke aliran darah. Efektifitas sayuran ini dalam menurunkan kadar kolesterol jahat sama dengan obat kolesterol.

Khasiat dari tanaman brokoli sangat banyak. Salah satunya adalah nilai gizi brokoli yang dianggap sebagai pembangkit tenaga, seperti kalsium, kromium, besi, protein, karbohidrat, vitamin C, dan vitamin A. Brokoli mengandung senyawa sianihidraksibutena (CHB), sulforafan, dan liberin yang berguna untuk merangsang pembentukan glutation, dimana sulforafan dapat mencegah penyakit kanker. Brokoli juga mengandung fitokimia dan antioksidan yang melawan berbagai penyakit dan infeksi. Brokoli dikenal sebagai sumber serat, vitamin C, K, E, dan A, serta berbagai mineral penting. Dengan kandungan dan fungsi yang seperti itu, brokoli dijadikan sebagai salah satu cara untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh manusia dan mempercepat penyembuhan penyakit.

 

Manfaat Brokoli :

  1. Pencegahan Kanker

Manfaat kesehatan brokoli yang paling terkenal meningkatkan kekebalan tubuh dan menyerang kanker. Sama seperti sayuran cruciferous lainnya, seperti kembang kol, kubis brusel dan kubis ini sangat protektif terhadap beberapa kanker perut dan usus.

Selain itu juga, brokoli mengandung khasiat membersihkan dan menghabiskan estrogen atau penyebab kanker dalam tubuh. Jadi, brokoli juga sangat cocok untuk mencegah kanker payudara dan kanker rahim.

  1. Mengurangi Kolesterol

Brokoli yang tinggi serat, membantu mengeluarkan kolesterol dengan mengikat asam empedu di saluran pencernaan.

Serat larut dalam brokoli ini mampu mengikat sayuran dengan kolesterol dalam darah. Sehingga, kolesterol mudah diekskresikan dan keluar dari tubuh kita dengan mudah, bahkan varietas brokoli tertentu dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah hingga 6 %.

  1. Kesehatan Jantung

Salah satu manfaat dari brokoli ini adalah mengurangi kolesterol, dan secara tidak langsung itu pun dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu menjaga pembuluh darah agar tetap kuat.

Brokoli juga mengandung sulforaphane yang merupakan anti-inflamasi yang dapat mencegah atau membalikan kerusakan pada lapisan pembuluh darah yang juga disebabkan oleh peradangan karena kronis.

Brokoli dapat menjadi solusi masalah gula darah, karena sangat bagus untuk kesehatan jantung. Serat, vitamin dan asam lemak dalam brokoli membantu mengurangi kolesterol jahat, dan melindungi pembuluh darah dari kerusakan.

  1. Anti-Inflamasi

Brokoli adalah anti-inflamasi yang dapat memperlambat kerusakan sendi termasuk osteoarthritis.

Sulforaphane dalam brokoli juga dapat membantu penderita radang pada sendi, karena bahan kimia ini dapat menghambat enzim yang menyebabkan kerusakan sendi dengan menghentikan molekul kunci penyebab peradangan. Selain itu, brokoli mengandung iskhiosianat dan asam lemak omega-3 yang membantu mengatur peradangan.

  1. Kesehatan tulang

Brokoli mengandung kadar kalsium dan vitamin K yang tinggi. Keduanya sangat penting untuk kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis. Brokoli juga kaya akan nutrisi lain, seperti magnesium, seng dan fosfor.

  1. Kesehatan Mata

Seperti wortel, brokoli pun mengandung lutein yang tinggi. Lutein adalah zat antioksidan yang membantu menjaga kesehatan mata.

Kadar lutein dalam brokoli hampir sama dengan kadar lutein dalam wortel, sehingga kita bisa mengganti wortel dengan brokoli untuk membantu melindungi dari degenerasi makula (kondisi yang mengaburkan penglihatan sentral) dan katarak.

Brokoli juga mengandung beta-karoten, vitamin A, fosfor, B kompleks, vitamin C dan E. Semua nutrisi ini sangat bagus untuk perbaikan kerusakan karena radiasi berbahaya karena penggunaan ponsel atau terlalu sering berada di depan layar.

  1. Antioksidan Kuat

Brokoli memiliki kadar antioksidan yang kuat, seperti lutein, zeaxanthin, beta-karoten dan antioksidan lainnya. Sayuran hijau ini pun sangat terkonsentrasi dengan vitamin C, sehingga sangat bermanfaat untuk kekebalan tubuh. Selain itu, brokoli juga mengandung flavonoid yang membantu mendaur ulang vitamin C secara efisien.

  1. Perawatan Kulit

Kadar vitamin C, mineral tembaga, seng, vitamin K, asam amino dan folat pada brokoli sangat membantu dalam menjaga kesehatan kulit dan juga sangat ideal untuk menjaga kekebalan tubuh. Brokoli melindungi kulit dari infeksi dan akan menjaga cahaya alami dari kulit anda.

  1. Anti Penuaan

Seperti yang kita tahu, brokoli sangat tinggi akan vitamin C dan memiliki banyak antioksidan. Hal ini, membantu melawan radikal bebas penyebab penuaan yang sering merusak kulit.

Dianjurkan untuk mengkonsumsi brokoli secara teratur, untuk membantu mengurangi garis-garis halus, keriput, masalah kulit seperti jerawat dan juga pigmentasi.

  1. Kesehatan Pencernaan

Brokoli yang tinggi serat, tentu saja akan membantu menjaga lapisan perut agar tetap sehat. Sulforaphane dalam brokoli membantu menjaga bakteri agar tidak ditumbuhi atau menempel terlalu kuat ke dinding perut.

  • Brokoli dapat Menurunkan Kolesterol

Suplementasi brokoli dapat memberikan efek bermanfaat terhadap perbaikan lipid dan lipoprotein. Efek potensial brokoli dan komponen bioaktifnya meliputi isothiocyanate sulforaphane adalah senyawa phytonutrient di brokoli bisa berikatan dengan asam empedu dan menurunkan absorbs lemak, menghambat aktivitas lipoprotein lipase pada jaringan lemak, menghambat ekspresi gen dan aktivitas enzim lipogenik, meliputi diacylglycerol acyltransferases, fatty acid synthase, dan acylCoA-cholesterol acyltransfase. Selain itu, indole glukosinolat pada brokoli menurunkan sekresi apolipoprotein B, yang merupakan penyusun LDL. Jika apoliporotein B ini diturunkan sekresinya, maka kolesterol yang dibawa oleh LDL akan menurun jumlahnya dan mengarah kepada penurunan kolesterol total.

Brokoli memiliki efek secara langsung dan tidak langsung dalam menurunkan kolesterol dalam darah. Efek langsung brokoli menurunkan kolesterol yaitu dengan mencegah oksidasi lemak dan memperbaiki metabolisme lemak. Efek tidak langsung ditimbulkan dengan cara memperbaiki sel beta pancreas dan meningkatkan sensitifitas insulin sehingga metabolisme glukosa lancar dan kadar glukosa darah akan kembali stabil, dengan begitu metabolisme lemak dan protein yang abnormal tidak terjadi dan kolesterol dalam darah akan menurun.

 

  • Brokoli dapat Mencegah Kanker

Tanaman brokoli banyak mengandung zan anti kanker yaitu sulforaphane (SFN), indoles, glukosinate, dithiolthione, beta karoten dan senyawa isotiocyanate yang nantinya zat ini akan membentuk enzim untuk mengurangi risiko penyakit kanker, diabetes militus, jantung, osteoporosis, stroke dan hipertensi. Brokoli juga berguna untuk mencegah kanker payudara. Selain kanker payudara, mengonsumsi brokoli juga dapat menurunkan risiko kanker rahim. Asam folat yang terkandung pada brokoli bermanfaat bagi wanita yang sedang hamil, sehingga baik untuk wanita mengonsumsi brokoli. Manfaat dari brokoli secara garis besar dapat meningkatkan daya kerja otak, mengatur kadar gula darah, menetralkan zat penyebab kanker, menurunkan kolesterol jahat, bagi wanita hamil baik dikonsumsi karena mengandung asam folat, dan karena mengandung vitamin C juga berperan sebagai antioksidan.

 

Sumber :

Afifah, Muthi’ah. 2017. PENGARUH PERBANDINGAN BUBUR BROKOLI (Brassica oleracea L.) DENGAN BUBUR MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DAN JENIS PENSTABIL TERHADAP KARAKTERISTIK SORBET SAYUR [Tugas Akhir]. Bandung : Universitas Pasundan.

 

Fatharanni, Mentari Olivia & Anggraini, Dian Isti. 2017. Efektivitas Brokoli (Brassica Oleracea var. Italica) dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Total pada Penderita Obesitas. Jurnal Majority. Vol 6(1) : 64-70.

Shared: